Skip to main content

Metode Otsu

Review A Threshold Selection Method from Gray-Level Histograms



Pengantar Metode Otsu

Metode otsu merupakan metode memilih batas ambang (threshold) secara otomatis dari tingkat keabu-abuan  histogram  melalui  analisis  diskriminan.  Analisis  diskriminan  tersebut diharapkan dapat  memaksimalkan  pemisahan  objek  (foreground)  dan  latar  belakang (background).
Citra memiliki  gray level  antara  rentang nilai 1 sampai L, dimana L=255. Sedangkan k merupakan nilai  ambang  yang  berada  diantara  nilai  tersebut.  Dengan  kata  lain,  background bernilai [1,,k] dan  foreground  bernilai [k+1,…,L]. Probabilitas setiap piksel, zeroth cumulative moment, first cumulative  moment, total nilai  mean, serta nilai ambang k  ditunjukkan berturutturut pada Persamaan 1, 2, 3, 4 dan 5.





Kelebihan metode otsu antara lain:

  • Metode yang diusulkan lebih sederhana karena pencarian threshold hanya memanfaatkan, zeroth cumulative moment, first cumulative moment, dan total nilai mean pada histogram
  • Menganalisa mean level kelas dan evaluasi kelas pemisahan Berdasarkan Gambar 1.e dan 1.f pada hasil penelitian Nobuyuki Otsu, terlihat jelas bahwa metode ini mampu membedakan objek dan background yang memiliki derau dengan tingkat gray level yang hampir mendekati warna objek.
  • Pemilihan optimal threshold stabil karena tidak berdasarkan nilai turunan untuk suatu kasus yang tidak global (local)




Kemahanan metode otsu antara lain:

  • Berdasarkan Gambar 3.e dan 3.f, terdapat detail objek yang hilang.
  • Objek kurang smooth


Saran perbaikan antara lain:

  • Metode  thresholding  dapat  dilakukan  dengan  mengumpulkan  cluster  pada  area  yang memiliki  similarity  sama  dan  distance  yang  saling  berdekatan  dengan  mengembangkan dendogram/tingkat  keserupaan  gray  level  dari  keabu-abuan  berdasarkan  inter  class  dan intra class sehingga pemisahan antar objek dan foreground lebih sempurna



Referensi:
Otsu, Nobuyuki, 1979, “A Threshold Selection Method from Gray-Level Histograms” IEEE Vol.9

No.1 Hal.62-68.

Comments

Popular posts from this blog

How to choose between the Canon 700D or Nikon D5300

Canon EOS   700D   and Nikon   D5300   is a   digital SLR camera   aimed at   novice photographers .   Nevertheless ,   there are   features   on   both cameras are   much the same with   a more   sophisticated   camera   /   semi - pro,   so it   is good enough to   be used   in various   scene conditions .   From the shape   and size ,   at a second glance   something like the   camera .   But   when viewed   more closely ,   overall   more   compact   Nikon   D5300   a few   millimeters   and   about 100   grams lighter .   The new lens   Nikon   18-55mm   VR   II also   shorter   in   the off condition .   This can be achieved   because   the plastic   material   of the   camera   thinner . In   ...

10 Jalur Kereta Api Di Dunia yang Menegangkan dan Menakutkan untuk Dilewati

Bila anda jalan-jalan ke suatu tempat yang menyeramkan dan berbahaya pasti anda akan merasa takut, tetapi bagaimana bila anda jalan-jalan menggunakan kereta api dan melewati jalur yang menegangkan serta menakutkan bagaimana rasanya? 10 Jalur Kereta Api yang Menegangkan dan Menakutkan di Dunia 1. Kuranda Scenic Railway (Australia) Scenic pada namanya yang berarti “pemandangan yang indah” tetapi juga mempunyai jalur yang memusingkan. Terukir di hutan hujan tropis yang lebat sejak akhir 1800-an, mempunyai rangka bawah yang mencengangkan, dan melewati air terjun yang terkadang butiran-butiran air nya muncrat kearah kereta. Jalur kereta ini melintasi Barron Gorge National Park. 2. Argo Gede Train Railway (Indonesia) Selama 3 jam perjalanan dari stasiun Gambir Jakarta menuju Bandung anda akan melewati gunung yang berwarna kehijauan yang sangat indah, melewati lembah sungai yang dalam, dan yang paling mencengangkan anda akan melewati jembatan Cikurutug yang ting...

Indra, Radar Made in Indonesia

Wants to prove that Indonesia is not inferior to other nations, Electronics and Telecommunications Research Center Indonesian Institute of Sciences (LIPI PPET) and a division of PT Solutions 247 Radar and Communications System (RCS) makes maritime radar. Since 2006, PPET LIPI has developed two versions of the radar. Namely radar coastal surveillance and navigation radar ship. In its development, the maritime radar to be named while Indonesian Radar (Indra). To distinguish, ship navigation radar developed by PT Solutions 247-RCS named Indra-1 and a coastal surveillance radar developed by PPET-LIPI named Indra-2. Both of these radar technology frequency-modulated continuous wave (FMCW) so that the power consumption and size is much smaller than the radar radars in the market. Indra-1 managed to detect and measure the distance of a ship that was sailing with accuracy. We are proud of this result. This is proof that we can make the radar is built and functioning properly. Having escape...