Skip to main content

Sistem Operasi Brillo Dari Google Untuk Internet of Things (IoT)



Google mengenalkan tentang sistem operasi Brillo yang sedang mereka garap. Sistem operasi tersebut merupakan turunan dari Android, namun berfungsi sebgai penggerak Internet of Things (IoT).  IoT berarti perangkat-perangkat rumah, seperti lampu atau lemari pendingin, yang dapat terhubung ke internet. Perangkat semacam ini diyakini akan jadi masa depan dunia teknologi.

Penerapan IoT, menurut Senior Vice President Google Sundar Picai, bisa merambah banyak aspek. Misalnya pertanian dengan alat-alat IoT hingga soal pengaturan jadwal bus kota yang terhubung ke internet.

Sebagai pelengkap proyek IoT tersebut, Google juga membuat Weave yang disebut sebagai alat komunikasi antara ponsel dengan perangkat IoT. Menggunakan Weave, perangkat IoT dapat memahami perintah-perintah yang diberikan penggunanya.

Weave adalah sebuah layer komunikasi yang membuat perangkat bisa saling berkomunikasi dari ponsel, menuju cloud lalu terhubung ke perangkat Brillo milik Anda.

Banyak yang memprediksi bahwa Internet of Things adalah “the next big thing” di dunia teknologi informasi, hal ini karena Internet of Things menawarkan banyak potensi yang bisa digali. Contoh sederhana implementasi dari Internet of Things misalnya adalah kulkas yang dapat memberitahukan kepada pemiliknya via SMS atau email tentang makanan dan minuman apa saja yang sudah habis dan harus distok lagi.

Misalnya lagi, sebuah kamera bisa memahami kata "take a picture", atau sebuah pintu bisa memahami kata Lock dan Unlock. Weave dan Brillo dibuat terpisah, jadi bisa menggunakan Weave pada perangkat yang sudah Anda buat atau menggunakannya dengan Brillo.

Comments

Popular posts from this blog

How to choose between the Canon 700D or Nikon D5300

Canon EOS   700D   and Nikon   D5300   is a   digital SLR camera   aimed at   novice photographers .   Nevertheless ,   there are   features   on   both cameras are   much the same with   a more   sophisticated   camera   /   semi - pro,   so it   is good enough to   be used   in various   scene conditions .   From the shape   and size ,   at a second glance   something like the   camera .   But   when viewed   more closely ,   overall   more   compact   Nikon   D5300   a few   millimeters   and   about 100   grams lighter .   The new lens   Nikon   18-55mm   VR   II also   shorter   in   the off condition .   This can be achieved   because   the plastic   material   of the   camera   thinner . In   ...

10 Jalur Kereta Api Di Dunia yang Menegangkan dan Menakutkan untuk Dilewati

Bila anda jalan-jalan ke suatu tempat yang menyeramkan dan berbahaya pasti anda akan merasa takut, tetapi bagaimana bila anda jalan-jalan menggunakan kereta api dan melewati jalur yang menegangkan serta menakutkan bagaimana rasanya? 10 Jalur Kereta Api yang Menegangkan dan Menakutkan di Dunia 1. Kuranda Scenic Railway (Australia) Scenic pada namanya yang berarti “pemandangan yang indah” tetapi juga mempunyai jalur yang memusingkan. Terukir di hutan hujan tropis yang lebat sejak akhir 1800-an, mempunyai rangka bawah yang mencengangkan, dan melewati air terjun yang terkadang butiran-butiran air nya muncrat kearah kereta. Jalur kereta ini melintasi Barron Gorge National Park. 2. Argo Gede Train Railway (Indonesia) Selama 3 jam perjalanan dari stasiun Gambir Jakarta menuju Bandung anda akan melewati gunung yang berwarna kehijauan yang sangat indah, melewati lembah sungai yang dalam, dan yang paling mencengangkan anda akan melewati jembatan Cikurutug yang ting...

Indra, Radar Made in Indonesia

Wants to prove that Indonesia is not inferior to other nations, Electronics and Telecommunications Research Center Indonesian Institute of Sciences (LIPI PPET) and a division of PT Solutions 247 Radar and Communications System (RCS) makes maritime radar. Since 2006, PPET LIPI has developed two versions of the radar. Namely radar coastal surveillance and navigation radar ship. In its development, the maritime radar to be named while Indonesian Radar (Indra). To distinguish, ship navigation radar developed by PT Solutions 247-RCS named Indra-1 and a coastal surveillance radar developed by PPET-LIPI named Indra-2. Both of these radar technology frequency-modulated continuous wave (FMCW) so that the power consumption and size is much smaller than the radar radars in the market. Indra-1 managed to detect and measure the distance of a ship that was sailing with accuracy. We are proud of this result. This is proof that we can make the radar is built and functioning properly. Having escape...